by

Atlet Tenis Meja Putri UIGM Sabet Medali Emas dan Perunggu

IGMTVnews – Mahasiswa Universitas Indo Global Mandiri (IGM) yang tergabung dalam atlet tenis meja Musi Banyuasin, Dewi Puspita Rahayu, meraih medali Emas dalam ketegori beregu putri.

Tidak hanya itu, Dewi juga menorehkan prestasi lainnya dalam kategori ganda putri dengan meraih medali perunggu dalam ajang pesta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sumsel, yang diselenggarakan di kota Prabumulih dari 16-29 November 2019.

Mahasiswi Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen semester 1 mengungkapkan, jika dirinya turun di tiga nomor, yaitu  beregu putri, ganda putri, dan tunggal putri.

Pada babak penyisihan di nomor beregu putri, dirinya melawan atlet tenis meja Kota Lubuklinggau dengan skor akhir menang telak langsung 3-0, setelah itu bertemu dengan atlet dari Banyuasin, dan juga menang dengan skor 3-0 langsung.

“Akhirnya kami masuk semi final ketemu Palembang, Alhamdulillah kembali menang dengan skor langsung 3-0, pada finaal ketemu dengan atlet tenis meja asal kabupaten Muara Enim 3-1. Dan akhirnya meraih medali emas untuk cabag tenis meja beregu putri,” katanya kepada IGMTVnews.com.

Dalam babak penyisihan kategori ganda putri, ia melawan atlet tenis meja tuan rumah Prabumulih, dengan kemenangan mutlak 3-0. Sayangnya, saat di semifinal bertemu atlet Palembang dan dipaksa kalah dengan skor 2-3, dan akhirnya hanya meraih medali perunggu.

Dewi mengaku senang setelah berhasil membawa pulang medali emas untuk kabupaten MUBA, namun yang tak kalah penting juga telah membawa nama IGM tempat dirinya menempuh pendidikan yang terus mendukung mahasiswa untuk meraih prestasi.

“Harapan saya pihak kampus memberikan pembinaan dan fasilitas olahraga yang tujuannya akan tercipta bibit bibit atlet di lingkungan kampus,” imbuhnya.

Sementara, Pelatih tenis meja asal Muba, Koko Wagiri, menilai jika Dewi adalah atlet tenis meja potensial yang bisa membawa nama universitas hingga ke tingkat nasional.

“Saya harapkan potensi Dewi terus dikembangkan dan didukung penuh oleh pihak kampus, karena masih banyak waktu untuknya turun di berbagai turnament tenis meja, misalnya Pekan olahraga tingkat mahasiswa, tingkat provinsi, bahkan tingkat nasional,” ujarnya. (ali alfarizi/andhiko ta)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed